SULAWESI BARAT

Tekan Anak Tidak Sekolah, Pemprov Sulbar Salurkan Bantuan untuk 2.006 Siswa

×

Tekan Anak Tidak Sekolah, Pemprov Sulbar Salurkan Bantuan untuk 2.006 Siswa

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan bantuan pendidikan bagi 2.006 peserta didik melalui program beasiswa dan pengadaan perlengkapan sekolah pada 2026.

Keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi membuat pemerintah harus menetapkan kelompok prioritas penerima berdasarkan kemampuan fiskal yang tersedia. Penentuan sasaran dilakukan dengan mempertimbangkan prestasi, kondisi ekonomi, serta kebutuhan khusus peserta didik.

 

Menurut Nehru, bantuan pendidikan tersebut juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menekan angka anak tidak sekolah. Upaya dilakukan tidak hanya dengan mendorong anak yang belum bersekolah agar memperoleh akses pendidikan, tetapi juga memastikan siswa yang sudah berada di bangku sekolah tetap melanjutkan pendidikannya.

BACA JUGA:  Tak Terhenti Efisiensi, Beasiswa Sulbar Capai 1.040 Penerima Manfaat

 

“Yang kedua itu juga sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka anak tidak sekolah sekaligus memastikan agar yang sementara bersekolah tidak putus,” ujarnya.

 

Selain membantu keluarga yang membutuhkan, program beasiswa juga menjadi bentuk apresiasi terhadap peserta didik Sulawesi Barat yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.

 

Nehru menyebut bidang prestasi yang menjadi sasaran antara lain olahraga, seni, iman dan takwa (imtak), hingga hafalan Al-Qur’an.

BACA JUGA:  Tata Kelola Sawit Sulbar Diperkuat, RAD-PKSB 2026–2029 Jadi Peta Jalan Baru

 

Di sisi lain, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Kelompok tersebut masuk dalam skema afirmasi sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan pendidikan diberikan secara lebih inklusif.

 

“Serta beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dan difabel. Jadi itu menunjukkan kepedulian pemerintah bahwa kita non-diskriminasi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ketua Satgas Karhutlah Sulbar: Penanganan Tak Bisa Sendiri, Harus Bersinergi

 

Nehru menegaskan, keterbatasan jumlah penerima pada tahun ini tidak berarti kebutuhan kelompok peserta didik lainnya diabaikan. Pemerintah akan terus menyesuaikan program bantuan pendidikan dengan kemampuan anggaran dan prioritas kebutuhan daerah.

 

Melalui program tersebut, bantuan pendidikan diharapkan dapat meringankan beban keluarga, memperluas kesempatan belajar, sekaligus mengurangi berbagai hambatan yang berpotensi membuat anak tidak melanjutkan pendidikan.

 

(*/w)