SULAWESI BARAT

Dinas Pangan Sulbar Perkuat Data FSVA untuk Dukung Pembangunan Pangan

×

Dinas Pangan Sulbar Perkuat Data FSVA untuk Dukung Pembangunan Pangan

Sebarkan artikel ini
Penyusunan FSVA Provinsi Sulawesi Barat sekaligus mendukung penguatan Indeks Ketahanan Pangan daerah.

MAMUJU, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat melakukan pengolahan dan analisis data Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) sebagai langkah memperkuat kualitas data dan basis perencanaan pembangunan ketahanan pangan di Sulawesi Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 September 2026, di Aula Kantor Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan FSVA Provinsi Sulawesi Barat sekaligus mendukung penguatan Indeks Ketahanan Pangan daerah.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Agus, yang menekankan pentingnya pengolahan dan analisis data FSVA untuk menggambarkan kondisi ketahanan maupun kerawanan pangan di setiap wilayah.

BACA JUGA:  Pemprov Sulbar Ajak Warga Ramaikan Fun Run 3 HUT Sulbar ke-22, Siapkan Hadiah dan Doorprize

Menurut Agus, kualitas data menjadi faktor strategis karena FSVA merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam menentukan Indeks Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat. Karena itu, data yang digunakan harus akurat, selaras, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data FSVA sangat penting karena menjadi salah satu indikator dalam menentukan Indeks Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat. Karena itu, proses pengolahan dan analisis data harus dilakukan dengan teliti agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi pangan di daerah,” ujar Agus.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengolahan, penyelarasan, serta analisis terhadap berbagai data yang disampaikan oleh instansi terkait. Data tersebut kemudian diinput dan dikaji sebagai bahan penyusunan FSVA Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA:  Rapat Koalisi Sulbar Maju Memanas, NasDem Walk Out Bahas Pengusulan Wagub

Sejumlah indikator produksi pangan pokok menjadi bagian dalam analisis, antara lain produksi beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan pisang. Data tersebut digunakan untuk melihat kondisi ketersediaan pangan di wilayah Sulawesi Barat.

Selain produksi, analisis juga mencakup cadangan pangan dan harga pangan sebagai indikator yang berkaitan dengan ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Junda Sidak Kesbangpol Sulbar, Kinerja PPPK Jadi Perhatian

Aspek sosial dan kesehatan masyarakat turut menjadi bagian penting dalam pemetaan kondisi ketahanan pangan. Data yang diolah antara lain mencakup jumlah penduduk miskin, kondisi sanitasi, akses terhadap air bersih, dan data stunting.