Simboro.id, Polewali Mandar – Pemberitaan yang menyebut PNM Mekaar bergerak cepat menyelesaikan persoalan belasan korban dugaan kredit fiktif dan penyalahgunaan data nasabah menuai bantahan dari para korban.
Mereka menilai narasi tersebut tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Persoalan yang mereka laporkan, terutama terkait munculnya pinjaman yang mengatasnamakan mereka, disebut belum sepenuhnya terselesaikan.
Salah seorang korban, Nurlina, menyatakan keberatan terhadap pemberitaan yang memberikan apresiasi atas langkah PNM Mekaar tersebut.
“Melihat berita tersebut, jujur saya tidak terima,” kata Nurlina, Jumat, (14/8/2026).
Nurlina mempertanyakan pihak organisasi kemahasiswaan yang menyebut PNM Mekaar telah memberikan respons cepat. Menurut dia, organisasi tersebut tidak terlibat dalam pendampingan korban sejak aksi demonstrasi hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Polewali Mandar.
Ia khawatir pernyataan tersebut membentuk persepsi bahwa persoalan para korban telah selesai, padahal menurutnya masih ada masalah yang belum dituntaskan.
“Siapa itu pihak yang menyatakan PNM Mekaar bertindak cepat? Memangnya dia yang mendampingi para korban dari demo hingga RDP? Sepertinya mereka mau mencoba menggiring opini,” ujar Nurlina.
Menurut Nurlina, para korban telah berulang kali meminta PNM Mekaar membersihkan nama mereka dari catatan kredit bermasalah dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.











