MAMUJU

Cegah Karhutla dan Kekeringan, BPBD Sulbar Tingkatkan Kesiapsiagaan Posko Siaga Bencana

×

Cegah Karhutla dan Kekeringan, BPBD Sulbar Tingkatkan Kesiapsiagaan Posko Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini
Tim III BPBD dikerahkan menggunakan armada mobil tangki air sejak pukul 17.35 WITA hingga selesai pada pukul 20.25 WITA, guna memenuhi kebutuhan mendesak ratusan warga setempat.

MAMUJU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyalurkan bantuan 6.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di kawasan Kelapa Tujuh, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju. Langkah cepat ini dilakukan beriringan dengan peningkatkan pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sebaran kabut asap di wilayah Sulbar, Selasa (20/10/2026).

Aksi tanggap darurat ini menindaklanjuti arahan langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak musim kering serta memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan.

BACA JUGA:  Dinas Pangan Sulbar Mulai Susun Perda Cadangan Pangan Daerah

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa pemantauan berkala dan penyaluran bantuan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons cepat dampak musim kemarau.

“Pemantauan kondisi wilayah serta pelayanan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dari penanggulangan bencana di Sulawesi Barat. Petugas posko siaga terus bersiap selama 24 jam penuh,” tegas Yasir Fattah.

BACA JUGA:  BMKG Rilis Prakiraan Iklim dan Musim Hujan 2026/2027

Berdasarkan laporan harian Tim III Siaga Darurat BPBD Sulbar per 19–20 Oktober 2026, hasil pemantauan satelit BMKG menunjukkan tidak ditemukan adanya titik api (hotspot) maupun kejadian karhutla. Meski demikian, pengawasan ketat tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap dinamika cuaca.

Sementara itu, untuk pendistribusian air bersih di Kelapa Tujuh Rimuku, Tim III BPBD dikerahkan menggunakan armada mobil tangki air sejak pukul 17.35 WITA hingga selesai pada pukul 20.25 WITA, guna memenuhi kebutuhan mendesak ratusan warga setempat.

BACA JUGA:  Sulbar Fair 2026 Digelar Tiga Hari, Angkat UMKM dan Seni Daerah

Menghadapi potensi risiko bencana musim kering, BPBD Sulbar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, menggunakan pasokan air secara bijak, dan segera melaporkan ke posko BPBD apabila menemukan indikasi titik api di sekitarnya.

(*/w)