MAMUJU

DLHK Sulbar Minta Warga Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Saat Kualitas Udara Sedang

×

DLHK Sulbar Minta Warga Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Saat Kualitas Udara Sedang

Sebarkan artikel ini
Informasi mengenai kondisi kualitas udara di Kota Mamuju yang berada pada kategori Sedang, Selasa (20/10/2026).

MAMUJU, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) membagikan informasi mengenai kondisi kualitas udara di Kota Mamuju yang berada pada kategori Sedang, Selasa (20/10/2026). Informasi yang bersumber dari data IQAir ini dirilis sebagai bentuk edukasi agar masyarakat, khususnya kelompok sensitif, lebih waspada dan peduli terhadap kesehatan diri serta lingkungan.

Berdasarkan pemantauan IQAir, indeks kualitas udara (US AQI) Kota Mamuju berada di angka 66 dengan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) tercatat sebesar 17,3 µg/m³. Meski kualitas udara secara umum masih dalam rentang yang dapat diterima, paparan partikel halus PM2.5 berpotensi menimbulkan iritasi pernapasan serta berdampak buruk bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan paru-paru.

BACA JUGA:  Perkuat Layanan Air Petani, Dinas PUPR Sulbar Pertajam Penanganan DI Papalang

Kepala DLHK Sulbar, Zulkifli Manggazali, mengimbau publik untuk menjadikan pembaruan informasi kualitas udara ini sebagai acuan pertimbangan sebelum melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan.

“Informasi kualitas udara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sesuai kondisi udara dan bersama-sama menjaga kualitas lingkungan di Sulawesi Barat,” ujar Zulkifli.

BACA JUGA:  Kenalkan Perpustakaan Sejak Dini, Puluhan Siswa TK Kunjungi Perpusip Sulbar

Guna meminimalkan risiko dampak kesehatan, DLHK Sulbar menyarankan sejumlah langkah taktis bagi masyarakat. Di antaranya imbauan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika diperlukan, memperbanyak konsumsi air putih, menutup jendela rumah ketika asap atau polusi terasa pekat, serta membatasi kegiatan luar ruangan bagi kelompok berisiko tinggi.

Melalui langkah transparansi dan penyebarluasan informasi lingkungan secara berkala ini, DLHK Sulbar terus mendorong keterlibatan publik untuk mewujudkan udara bersih dan lingkungan yang sehat secara berkelanjutan di wilayah Sulawesi Barat.

BACA JUGA:  60 Peserta Ikuti Gerakan Edukasi Pangan dan Gizi di Simboro

(*/w)