MAMUJU, Menindaklanjuti informasi prakiraan iklim terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menginstruksikan seluruh jajaran BPBD provinsi dan kabupaten untuk meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi bencana hidrometeorologi, Rabu (7/10/2026). Langkah ini dijalankan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekda Provinsi Sulbar Junda Maulana.
Berdasarkan laporan BMKG, dampak fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) Positif memicu kekeringan berkepanjangan sebelum masuknya musim hujan. Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Sulawesi Barat diprediksi bergeser atau mundur ke bulan November hingga Desember 2026, dengan durasi yang lebih pendek dari rata-rata normal.
Puncak musim hujan diperkirakan terjadi secara bertahap, yakni pada Desember 2026 untuk sebagian besar wilayah Sulbar, dan Februari 2027 khusus untuk wilayah Sulbar bagian selatan. Kondisi ini membuat Sulbar masih berisiko mengalami kekeringan dan Karhutla selama Oktober 2026, sekaligus berpotensi menghadapi banjir dan tanah longsor saat puncak musim hujan tiba.
Menanggapi hal tersebut, BPBD Sulbar menyampaikan sejumlah imbauan penting bagi instansi terkait dan masyarakat:












