SULAWESI BARAT

SDK Tegaskan Literasi Kunci Masa Depan Sulbar, Siswa Ditargetkan Baca 20 Buku Sebelum Lulus

×

SDK Tegaskan Literasi Kunci Masa Depan Sulbar, Siswa Ditargetkan Baca 20 Buku Sebelum Lulus

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Festival Literasi Sulbar 2026 di Gedung Perpustakaan Sulbar, Selasa (15/9/2026).

MAMUJU, Gerakan Sulbar Mandarras mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia melalui program KKN Tematik Literasi yang melibatkan sedikitnya 650 mahasiswa di 65 lokus di Sulawesi Barat.

Dukungan tersebut disampaikan Kepala Perpusnas RI, Aminudin Aziz, saat menghadiri pembukaan Festival Literasi Sulbar 2026 di Gedung Perpustakaan Sulbar, Selasa (15/9/2026).

Festival yang mengusung tema “Menuju Sulbar Cerdas Melalui Gerakan Sulbar Mandarras” tersebut dibuka langsung oleh Aminudin dan dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.

Program KKN Tematik Literasi menjadi salah satu bentuk kolaborasi Perpusnas dengan perguruan tinggi di Sulawesi Barat untuk memperluas gerakan membaca hingga ke tingkat desa.

BACA JUGA:  Komisi II DPRD Sulbar Monitor Program Pangan, Dinas Pangan Perkuat Akuntabilitas APBD 2026

“Kita buat program KKN Tematik Literasi, bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di sini. Memang kali ini baru dua perguruan tinggi. Melalui 65 lokus artinya sudah ada 650 mahasiswa paling tidak. Bahkan bisa sampai seribu,” ujar Aminudin.

Menurutnya, mahasiswa tersebut akan bergerak di desa untuk mengawal kegiatan membaca dan mengembangkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi.

BACA JUGA:  Hadiri Maulid di Korongana, Gubernur Sulbar Siap Usahakan Lahan Pemakaman Islam

“Seribu mahasiswa bergerak di desa, mengawal buku, membaca gerakan literasi. Ini akan membangun kesadaran masyarakat di desa tentang pentingnya membaca,” lanjutnya.

Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menegaskan bahwa literasi dan gerakan Mandarras menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Sulawesi Barat.

Menurut SDK, implementasi Gerakan Sulbar Mandarras akan diarahkan pada target yang terukur. Salah satunya memastikan siswa tidak menyelesaikan pendidikan tanpa memiliki pengalaman membaca buku dalam jumlah yang ditargetkan pemerintah.

BACA JUGA:  Seleksi KPID Sulbar Berlanjut, Komisi I Siapkan Tahapan Uji Kompetensi

“Tahun ini tidak ada lagi siswa yang lulus tanpa membaca 20 buku,” tegas Suhardi Duka.

Target tersebut bahkan berpeluang ditingkatkan menjadi 30 buku pada 2029 apabila kemampuan dan budaya membaca siswa terus berkembang.

“Kalau memang semakin kita lihat siswa agak ringan 20 buku, kita akan jadikan 30 buku,” ujarnya.

Suhardi Duka juga menegaskan kesiapan bahan bacaan menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan kebijakan tersebut di sekolah.