MAMUJU, Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat dari lima unit kerja penghasil PAD telah mencapai 49,48 persen hingga Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam Rapat Koordinasi Komisi II DPRD Sulawesi Barat terkait monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi II DPRD Sulbar, Senin, 31 Agustus 2026. Forum tersebut membahas realisasi anggaran, capaian PAD, target penerimaan, potensi PAD hingga akhir tahun, serta berbagai kendala yang dihadapi perangkat daerah dalam pelaksanaan program.
Rapat dipimpin Anggota DPRD Sulbar Sulfakri Sultan bersama Firman Argo dan dihadiri Kepala DKP Sulbar Safaruddin, S.DM, bersama staf fungsional Perencana Ahli Muda. Turut hadir Dinas Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Sulbar, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Dalam pemaparannya, DKP Sulbar menyampaikan bahwa terdapat lima unit kerja yang menjadi target penerimaan PAD. Kelima unit tersebut yakni UPTD BBIP Poniang, Pelabuhan Perikanan Palipi Majene, Pelabuhan Perikanan Banggae Majene, Pelabuhan Perikanan Kasiwa Mamuju, serta Pabrik Es Sumare Mamuju.
Hingga Agustus 2026, realisasi PAD dari lima unit tersebut mencapai 49,48 persen. Capaian ini menjadi dasar evaluasi untuk mengukur kinerja penerimaan sekaligus memetakan potensi yang masih dapat dioptimalkan hingga akhir tahun anggaran.
Kepala DKP Sulbar Safaruddin, S.DM mengatakan, peningkatan PAD tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian angka target. Optimalisasi penerimaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola unit penghasil PAD.
“Kita tidak hanya mengejar target PAD, tetapi juga memastikan bahwa setiap unit kerja mampu memberikan pelayanan yang baik dan mengoptimalkan potensi yang ada. Evaluasi seperti ini penting untuk melihat apa yang sudah berjalan, apa yang masih menjadi kendala, dan langkah apa yang harus kita lakukan agar target dapat dicapai secara optimal,” ujar Safaruddin.











