MAMUJU

60 Peserta Ikuti Gerakan Edukasi Pangan dan Gizi di Simboro

×

60 Peserta Ikuti Gerakan Edukasi Pangan dan Gizi di Simboro

Sebarkan artikel ini
Dinas Pangan Sulbar bersama TP-PKK Sulbar menggelar Gerakan Edukasi Pangan dan Gizi di Aula Kantor Camat Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (24/9/2026).

MAMUJU – Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat bersama TP-PKK Sulbar menggelar Gerakan Edukasi Pangan dan Gizi di Aula Kantor Camat Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar ibu hamil dan ibu yang memiliki balita kurang gizi. Sekitar 60 peserta mengikuti kegiatan yang dibuka Ketua TP-PKK Sulbar, Harsinah Suhardi.

Peserta terdiri atas ibu balita kurang gizi, ibu hamil, kader TP-PKK kecamatan dan kelurahan, TP-PKK Kabupaten Mamuju, serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju.

BACA JUGA:  Komisi II DPRD Sulbar Monitor Program Pangan, Dinas Pangan Perkuat Akuntabilitas APBD 2026

Selain edukasi, peserta menerima bantuan pangan berupa beras, abon, telur, minyak goreng dan gula pasir. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, khususnya bagi ibu hamil dan balita.

Ketua TP-PKK Sulbar, Harsinah Suhardi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pangan.

Menurutnya, edukasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyerahan bantuan pangan, tetapi merupakan gerakan edukasi dan aksi bersama untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta praktik masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Daerah Sulbar, Suyuti Marzuki, mengatakan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan.

BACA JUGA:  Warga Takandeang Deklarasikan LAWAN: Penolakan Terhadap Tambang Logam Tanah Jarang

Menurutnya, keluarga juga perlu memiliki kemampuan untuk mengakses, memilih, mengolah dan mengonsumsi pangan yang cukup, aman, beragam dan bergizi.

Ia menilai persoalan kekurangan gizi dan stunting membutuhkan penanganan secara bersama melalui kolaborasi lintas sektor.