HEADLINESULAWESI BARAT

Pemprov Sulbar Hadapi Pemangkasan Dana Rp330 Miliar, Gubernur Suhardi Duka Pilih Pertahankan Tunjangan ASN

×

Pemprov Sulbar Hadapi Pemangkasan Dana Rp330 Miliar, Gubernur Suhardi Duka Pilih Pertahankan Tunjangan ASN

Sebarkan artikel ini
Rapat kerja strategis yang digelar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar

Keputusan ini, menurut Suhardi, merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan ASN yang dinilai krusial dalam menjaga kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

Meski harus melakukan efisiensi, Suhardi menegaskan bahwa sektor-sektor prioritas pembangunan akan tetap dipertahankan.

“Hampir semua sektor seperti infrastruktur, pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, UMKM, dan beasiswa tetap kita pertahankan. Peningkatannya mungkin kecil, tapi kita pastikan tidak terhenti,”  tegasnya.

BACA JUGA:  Rapat Koalisi Sulbar Maju Memanas, NasDem Walk Out Bahas Pengusulan Wagub

Salah satu pos yang terdampak efisiensi adalah dana hibah, termasuk bantuan bagi organisasi kemasyarakatan dan lembaga non-pemerintah.

“Bantuan hibah itu tidak bisa kita hindari, harus kita kurangi,” tambah Suhardi.

Di tengah keterbatasan, Pemprov Sulbar tetap membuka peluang untuk mencari tambahan pembiayaan dari program kementerian di tingkat pusat. Gubernur menyebut upaya untuk mendapatkan “tumpahan anggaran dari APBN” menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga jalannya pembangunan.

BACA JUGA:  Penilaian Maladministrasi 2026, Ombudsman RI Kunjungi RSUD Sulbar

 

“Saya akan berupaya mengambil program-program dari Jakarta untuk menggantikan yang dikurangi di daerah,” katanya.

Meski dihadapkan pada tekanan fiskal yang besar, Pemprov Sulbar tetap berupaya menjaga stabilitas pemerintahan, keberlangsungan pelayanan publik, dan kesinambungan pembangunan.

Dengan strategi efisiensi yang selektif dan fokus pada sektor prioritas, Pemprov Sulbar berharap tetap bisa memenuhi harapan masyarakat meskipun dengan anggaran terbatas.

BACA JUGA:  KominfoSS Sulbar Perkuat Disiplin Pegawai, Kehadiran PPPK Jadi Perhatian Utama

Kebijakan ini mencerminkan tantangan fiskal yang dihadapi banyak daerah di Indonesia dan menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah harus membuat pilihan-pilihan strategis dalam mengelola anggaran yang terbatas. (*/wu)