MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk mengkaji secara komprehensif rencana pembangunan terminal bahan bakar minyak (Depo BBM) di wilayah Sulawesi Barat. Langkah strategis ini ditegaskan Gubernur SDK saat menerima jajaran manajemen Pertamina di ruang kerjanya, Mamuju, Senin (26/10/2026).
Desakan tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam merespons meningkatnya antrean kendaraan di 42 SPBU (termasuk 5 SPBU nelayan) yang tersebar di wilayah Sulbar belakangan ini.
Tenaga Ahli Gubernur Sulbar Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Hajrul Malik, yang mendampingi pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa maraknya antrean tidak semata dipicu oleh masalah kuota pasokan, melainkan adanya peralihan (shifting) sebagian pengguna BBM industri ke BBM bersubsidi serta dampak dinamika geopolitik global.
“Pak Gubernur tidak hanya meminta penanganan jangka pendek, tetapi mendorong solusi struktural. Beliau meminta Pertamina mengkaji secara serius apakah Sulawesi Barat sudah saatnya memiliki terminal BBM atau depo sendiri agar jaringan distribusi semakin kuat, efisien, dan andal,” ujar Hajrul Malik.
Ia menekankan bahwa penguatan infrastruktur energi di Sulawesi Barat sangat mendesak demi menjamin kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari nelayan, petani, pelaku UMKM, hingga sektor transportasi barang.
Gubernur Suhardi Duka berharap kajian teknis dan kelayakan ekonomi terkait pembangunan Depo BBM ini dapat segera dirampungkan oleh pihak Pertamina, sehingga Pemprov Sulbar memiliki kepastian langkah dalam menjamin ketersediaan serta ketahanan energi daerah secara berkelanjutan.
(*/w)












