Karena itu, setiap OPD terkait diminta mengambil peran sesuai tugas dan kewenangan masing-masing serta memperkuat koordinasi agar seluruh kegiatan dapat berjalan terpadu.
Bagi Dispoparekraf Sulbar, momentum HUT ke-22 juga menjadi ruang untuk menggerakkan potensi kepemudaan, olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif. Sektor-sektor tersebut dinilai dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Andi Saiful mengatakan kesiapan Dispoparekraf tidak hanya menyangkut dukungan teknis terhadap rangkaian kegiatan, tetapi juga bagaimana peringatan HUT Sulbar dapat membuka ruang partisipasi masyarakat dan memperkenalkan berbagai potensi daerah.
“Kami akan mempersiapkan berbagai dukungan sesuai arahan pimpinan, termasuk keterlibatan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Sulbar. Harapannya, seluruh kegiatan dapat berlangsung dengan baik, melibatkan masyarakat secara luas, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan memperkenalkan potensi Sulawesi Barat,” tambahnya.
Peringatan Hari Jadi Sulawesi Barat ke-22 juga diharapkan menjadi momentum memperkuat arah pembangunan yang dicanangkan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Dengan melibatkan masyarakat secara luas, pemerintah berharap perayaan HUT Sulbar tidak berhenti pada seremoni, tetapi turut menjadi ruang partisipasi publik sekaligus mendorong pengenalan potensi daerah melalui sektor pemuda, olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sinergi antarpemerintah dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian peringatan HUT Sulbar ke-22 pada 22 September 2026. (*/w)











