SULAWESI BARAT

Sekda Sulbar Minta Lulusan IPDN Tak Pilih Lokasi Penempatan

×

Sekda Sulbar Minta Lulusan IPDN Tak Pilih Lokasi Penempatan

Sebarkan artikel ini
Junda saat secara resmi menyerahkan lulusan IPDN Angkatan XXXIII kepada Pemerintah Provinsi Sulbar dan pemerintah kabupaten se-Sulbar di Mamuju, Rabu, 16/9/2026.

MAMUJU, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, meminta lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII ditempatkan sesuai jurusan dan dibimbing secara langsung di tempat tugas masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan Junda saat secara resmi menyerahkan lulusan IPDN Angkatan XXXIII kepada Pemerintah Provinsi Sulbar dan pemerintah kabupaten se-Sulbar di Mamuju, Rabu, 16/9/2026.

Penyerahan tersebut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mamuju serta perwakilan BKD kabupaten lainnya. Para lulusan kemudian ditempatkan di sejumlah wilayah pemerintahan kabupaten dan provinsi di Sulawesi Barat.

Junda menekankan agar para lulusan tidak memilih-milih lokasi penempatan. Menurutnya, menjadi aparatur pemerintahan berarti siap mengabdi di mana pun ditugaskan.

“Prinsip kita dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Yang ditempatkan di Mamasa jangan kecewa, yang ditempatkan di Pasangkayu jangan kecewa, begitu juga sebaliknya. Karena kalian dulu masuk IPDN untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, bukan hanya kepada daerah sendiri,” ujar Junda.

BACA JUGA:  PAD DKP Sulbar Capai 49,48 Persen, Komisi II DPRD Minta Potensi Penerimaan Dioptimalkan

Ia kemudian membagikan pengalamannya ketika mulai mengabdi pada 1993. Menurutnya, kemampuan membawa diri dan beradaptasi dengan lingkungan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Kepada para lulusan IPDN, Junda menitipkan tiga prinsip utama yang harus dijaga, yakni disiplin, loyalitas, dan dedikasi.

“Yang pertama disiplin. Kalau ada alumni IPDN tidak disiplin, itu bukan alumni, hanya numpang sekolah saja. Disiplin mulai dari cara berpakaian, disiplin masuk dan pulang kantor, disiplin dalam bekerja,” tegasnya.

Prinsip kedua, kata Junda, adalah loyalitas. Menurutnya, loyalitas dibentuk melalui proses panjang selama menjalani pendidikan di IPDN dan harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas kepada pimpinan, kepemimpinan, serta organisasi.

BACA JUGA:  ESDM Sulbar dan PLN Bahas PLTMH Sandapang, Targetkan Listrik untuk 100 Lebih Rumah

“Jangan membantah tugas, kecuali tugas itu berisiko tidak baik. Kewajiban bawahan yang loyal itu harus memberikan pendapat,” katanya.

Sedangkan prinsip ketiga adalah dedikasi. Junda menjelaskan, dedikasi tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan sesuai standar, tetapi memberikan kontribusi lebih bagi organisasi.

“Kalau anda hanya masuk kerja 7 sampai 8 jam sehari dan menyelesaikan pekerjaan standar, itu bukan dedikasi, itu hanya bekerja. Dedikasi itu mengorbankan waktu, bahkan biaya sendiri untuk kepentingan organisasi yang lebih besar,” jelasnya.

Junda juga meminta para lulusan IPDN untuk mampu memberikan warna positif di tempat tugasnya, bukan justru terbawa oleh kebiasaan yang ada.

BACA JUGA:  Seleksi KPID Sulbar Berlanjut, Komisi I Siapkan Tahapan Uji Kompetensi

Ia menekankan bahwa dalam era manajemen talenta, kinerja menjadi salah satu hal penting dalam melihat kemampuan aparatur.

“Kalau orang mampunya 10, anda harus 11. Kalau orang mampu selesaikan pekerjaan 3 jam, anda harus 1 jam. Tunjukkan performa kalian bahwa anda memang alumni IPDN,” pesannya.

Selain kepada lulusan, Junda juga menitipkan pesan kepada pemerintah kabupaten agar memberikan pembinaan kepada para aparatur baru tersebut. Menurutnya, lulusan IPDN yang baru ditempatkan masih membutuhkan pengalaman lapangan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan.

“Saya minta tolong diarahkan, ditempatkan pada tempat sesuai dengan jurusannya agar bisa mengembangkan potensi. Mereka ini ibarat kertas putih. Kalau ada yang salah, ditegur saja, jangan didiamkan. Karena kalau didiamkan, dia kira tidak ada salahnya,” tutupnya.

(*/w)