MAMUJU, Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Sulawesi Barat turun dari sekitar 34 ribu menjadi 23.231 anak. Meski menunjukkan perkembangan positif, pemerintah daerah masih perlu memperkuat upaya agar anak-anak dapat kembali mengakses pendidikan.
Data dashboard Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) per 8/10/2026 mencatat, Polewali Mandar menjadi kabupaten dengan jumlah ATS tertinggi, yakni 8.551 anak.
Berikutnya, Kabupaten Mamuju mencatat 4.859 anak, Pasangkayu 3.557 anak, Mamasa 2.185 anak, Majene 2.129 anak, dan Mamuju Tengah 1.950 anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, mengatakan penurunan jumlah ATS tersebut menjadi perkembangan penting dalam upaya memperluas akses pendidikan di Sulawesi Barat.
“Penurunan jumlah ATS menjadi perkembangan penting, tetapi angka yang masih mencapai lebih dari 23 ribu anak menunjukkan bahwa upaya memperluas akses pendidikan di Sulbar masih perlu diperkuat,” kata Nehru, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan dashboard Pusdatin Kemdikdasmen, dari total 23.231 ATS di Sulbar, sebanyak 13.100 anak masuk kategori belum pernah bersekolah (BPB). Sebanyak 3.951 anak tercatat putus sekolah (DO), sedangkan 6.180 anak masuk kategori tidak lagi bersekolah atau belum menyelesaikan pendidikan (LTM), sesuai klasifikasi dalam data tersebut.












