REGIONAL

Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak, dari 55 Jadi 80 Perahu

×

Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak, dari 55 Jadi 80 Perahu

Sebarkan artikel ini
Naik dari 55 Jadi 80 Perahu, Antusiasme Passandeq di Sandeq Silumba Meningkat.

MAJENE – Sebanyak 80 perahu sandeq ambil bagian dalam Sandeq Silumba 2026, meningkat dari 55 perahu pada tahun sebelumnya.

Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2026, Syamsul Samad, menyebut peningkatan jumlah peserta tersebut sebagai salah satu indikator tingginya kepercayaan para passandeq terhadap penyelenggaraan event.

Sandeq Silumba 2026 merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Sulawesi Barat ke-22 dan resmi dibuka Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) di Rest Area Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Jumat (25/9/2026).

“Alhamdulillah tahun lalu kita sukses membangun kepercayaan kepada para passandeq dan tahun ini animonya tinggi membuat perahu sandeq,” ungkap Syamsul Samad.

Ia menjelaskan, setelah pembukaan di Palipi, para passandeq akan melanjutkan perjalanan antartape.

BACA JUGA:  80 Sandeq Ikut Sandeq Silumba 2026, Peserta Terima Baju hingga Uang Saku

Pada Sabtu pagi, peserta dijadwalkan berangkat dari Pantai Banua Sendana menuju Pamboang. Para peserta kemudian bermalam di Pamboang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pantai Bahari Polewali Mandar (Polman) pada Minggu pagi.

Pantai Bahari Polman menjadi lokasi finis sekaligus tempat penutupan Sandeq Silumba 2026.

“Insya Allah lusa, hari Minggu malam kita penutupan di Pantai Bahari Polman. Jadi, besok pagi start dari Pantai Banua Sendana menuju Pamboang, kemudian bermalam di Pamboang. Hari Minggu dari Pamboang menuju ke Pantai Bahari Polewali,” ujarnya.

Syamsul mengatakan antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak acara pembukaan. Ia memperkirakan masyarakat juga akan memadati lokasi persinggahan di Pamboang hingga garis finis di Pantai Bahari Polman.

BACA JUGA:  DKPPKB Sulbar Perkuat Peran Tenaga Promosi Kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas

“Kalau kita lihat ini, baru pembukaan saja sudah luar biasa animo masyarakat ke sini. Saya yakin besok di Pamboang juga begitu, apalagi lusa di Polman garis finis,” pungkasnya.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat perlu diikuti dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan setiap tahun.

Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten diharapkan terus memperbaiki pelayanan bagi para peserta maupun masyarakat yang terlibat dalam event tersebut.

Syamsul menegaskan, Sandeq Silumba bukan hanya perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga budaya maritim masyarakat Mandar di Sulawesi Barat.

“Ini kepentingan kita bersama menjaga kelestarian budaya maritim kita ini,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi para passandeq yang terus berpartisipasi dalam event tersebut. Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi sandeq.

BACA JUGA:  Pemprov Sulbar dan Polman Kolaborasi Sukseskan Sandeq Silumba 2026

“Masyarakat kita ini, passandeq tanpa pamrih mereka untuk terus berpartisipasi setiap tahunnya,” ujarnya.

Syamsul juga mengingatkan bahwa pembuatan sebuah perahu sandeq membutuhkan proses dan tidak mudah. Karena itu, dukungan serta pelayanan kepada para passandeq perlu terus diperkuat.

Ia berharap dukungan terhadap pelestarian sandeq dapat ditingkatkan melalui kebijakan pemerintah, termasuk dukungan anggaran apabila kondisi fiskal memungkinkan.

“Bahkan insya Allah kalau dalam situasi yang longgar, fiskal kita arahkan ke sana juga karena ini penting. Ini identitas kita sebagai orang Mandar, Sulbar,” tutur Syamsul Samad.