Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan hortikultura, pemanfaatan teknologi pertanian, kegiatan sosial dan peningkatan keterlibatan masyarakat.
Selain mengangkat isu pertanian, Petani Milenial Sulawesi Barat dan KMBI juga mengajak masyarakat untuk bijak menyikapi informasi yang beredar di ruang publik dan media sosial.
Masyarakat diimbau tidak mudah percaya atau terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Setiap informasi yang diterima melalui media sosial perlu diperiksa terlebih dahulu. Masyarakat juga diharapkan membandingkannya dengan informasi dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga suasana masyarakat tetap kondusif serta meningkatkan literasi informasi di tengah perkembangan teknologi komunikasi.
Petani Milenial Sulawesi Barat dan KMBI menilai ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
Petani muda dapat berperan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Sementara komunitas masyarakat dapat membantu membangun kesadaran mengenai pentingnya pangan, pertanian dan kebersamaan.
Melalui kegiatan sederhana seperti membagikan hasil pertanian, kedua kelompok tersebut ingin menyampaikan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekitar.
Dari Sulawesi Barat, semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi, pemanfaatan teknologi pertanian, kegiatan sosial dan keterlibatan masyarakat.
Kegiatan itu diharapkan dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki peluang ekonomi sekaligus berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
(*/)












