Simboro.id, Polewali Mandar – Sebanyak 25 anak berusia 9 hingga 12 tahun di Desa Pambusuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengikuti kegiatan pendampingan literasi dan numerasi berbasis eduwisata yang digelar mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN), Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut mengusung pendekatan pembelajaran berbasis nilai Sipamandaq, dengan memanfaatkan lingkungan dan potensi lokal sebagai sarana belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Melalui program tersebut, mahasiswa PPG berupaya memperkuat kemampuan dasar peserta, mulai dari membaca, memahami informasi, menulis, hingga berhitung dengan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif.
Pendampingan ini juga dirancang untuk mendorong keberanian anak dalam bertanya, menyampaikan pendapat, serta membangun rasa percaya diri selama mengikuti proses pembelajaran.
Berbeda dengan pembelajaran yang hanya berpusat di ruang kelas, pendekatan eduwisata menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman dan kondisi lingkungan sekitar.
Anak-anak diarahkan untuk memahami bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak hanya digunakan dalam kegiatan sekolah, tetapi juga memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penguatan kemampuan akademik, kegiatan tersebut turut mengangkat nilai Sipamandaq sebagai landasan membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling mendukung dalam proses pendidikan.
Nilai budaya lokal tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan, Nur Hafsa Yunus, S.Pd., M.Pd., bersama Koordinator Kegiatan Mahyuddin, S.Pd., terlibat dalam pelaksanaan program pendampingan tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa PPG UNASMAN mengembangkan praktik pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar.
Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman bacaan, keterampilan menulis sederhana, serta kemampuan berhitung dan menyelesaikan persoalan matematika dasar.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar dan kemandirian anak, terutama dalam memahami materi yang berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari.
Program pendampingan literasi dan numerasi berbasis eduwisata tersebut juga membuka peluang keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak di luar lingkungan sekolah.
Keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan dasar anak melalui pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga nilai budaya, kebersamaan, dan kepedulian sosial.(*/N)










