MAMUJU, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat pelayanan kesehatan jiwa menyusul masih tingginya persoalan kesehatan jiwa. Penguatan layanan menjadi salah satu perhatian Pemprov Sulbar, mulai dari peningkatan skrining, deteksi dini hingga kemampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, di ruang kerja Sekda Sulbar, Rabu (16/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Habibi Azis, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat Nursyamsi Rahim, serta Dokter Spesialis Jiwa RSUD Provinsi Sulawesi Barat Otto Parandangi.
Junda Maulana menekankan pentingnya memperkuat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menangani persoalan kesehatan jiwa.
Menurutnya, kesehatan jiwa tidak hanya menjadi urusan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
“Kita perlu memperkuat pelaksanaan Germas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan jiwa,” ujar Junda.
Penguatan pelayanan dalam rapat tersebut juga diarahkan pada peningkatan deteksi dini serta perluasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa.
Berdasarkan indikator kinerja Program Kesehatan Jiwa DKPPKB Sulawesi Barat, cakupan penduduk yang mendapatkan skrining kesehatan jiwa ditargetkan meningkat dari 15 persen pada 2026 menjadi 30 persen pada 2029.












