SULAWESI BARAT

KominfoSS Sulbar Optimistis Indeks Pemerintahan Digital Naik

×

KominfoSS Sulbar Optimistis Indeks Pemerintahan Digital Naik

Sebarkan artikel ini
Penilaian tersebut dilakukan secara daring bersama tim verifikator nasional, Kamis (1/10/2026).

MAMUJU, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat optimistis indeks pemerintahan digital daerah meningkat setelah mengikuti Penilaian Interview Evaluasi Kinerja Pemerintahan Digital Tahun 2026.

Penilaian tersebut dilakukan secara daring bersama tim verifikator nasional, Kamis (1/10/2026). KominfoSS Sulbar mendampingi Sekretaris Daerah dalam proses evaluasi tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan penerapan sistem pemerintahan berbasis digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA:  Maulid Nabi Pemprov Sulbar Hadirkan Menag Nasaruddin Umar

Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan proses evaluasi tahun ini memiliki indikator yang lebih dinamis dan ketat. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Untuk pemerintahan digital ini, kita diwawancarai dan menjelaskan 20 indikator berdasarkan bukti dukung yang telah kita kirim. Bukti tersebut sudah diperiksa tim evaluator nasional, baik KemenPAN-RB maupun universitas,” ujar Ridwan.

BACA JUGA:  DPRD Sulbar Perkuat Regulasi Perikanan dan Kesejahteraan Sosial

Menurutnya, proses evaluasi juga menjadi kesempatan bagi Pemprov Sulbar untuk memberikan koreksi atau sanggahan terhadap hasil penilaian sementara.

Pemprov Sulbar kemudian diberikan kesempatan untuk menyempurnakan dokumen pendukung yang dinilai masih perlu diperbaiki. Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan capaian indeks pemerintahan digital Sulbar.

“Evaluator bersedia meninjau kembali dan memberikan waktu sekitar satu minggu ke depan untuk memperbaiki bukti. Kami berharap indeks Sulbar bisa naik,” katanya.

BACA JUGA:  Dinas Pangan Sulbar Perkuat Data FSVA untuk Dukung Pembangunan Pangan

Ridwan menilai keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi, tetapi juga kemampuan aparatur sipil negara (ASN) dalam menggunakan teknologi digital.