RAGAM

Atasi Dampak Kekeringan, BPBD Sulbar Salurkan 4,1 Juta Liter Air Bersih dan Pantau Kualitas Udara

×

Atasi Dampak Kekeringan, BPBD Sulbar Salurkan 4,1 Juta Liter Air Bersih dan Pantau Kualitas Udara

Sebarkan artikel ini
BPBD Provinsi Sulawesi Barat mengintensifkan penanganan dampak kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

MAMUJU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengintensifkan penanganan dampak kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Hingga Jumat (23/10/2026) pukul 17.00 WITA, pemerintah daerah telah menyalurkan total 4.104.083 liter air bersih ke berbagai titik terdampak, dengan fokus utama distribusi di Kabupaten Mamuju Tengah.

Penanganan kebencanaan ini berpatokan pada arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, agar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan keselamatan warga di tengah ancaman kemarau panjang menjadi prioritas utama.

BACA JUGA:  Asap Tebal di Pangale Mateng, BPBD Sulbar Telusuri Sumbernya

Selain pasokan air bersih, pemantauan kualitas udara juga menjadi fokus penting. Berdasarkan pembaruan data BPBD Sulbar, kualitas udara di Pasangkayu, Mamuju Tengah, Mamuju, dan Majene berada pada kategori Sedang. Namun, wilayah Mamasa bagian tengah-selatan serta Polewali Mandar bagian tengah-utara mencatatkan indikator Tidak Sehat.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

BACA JUGA:  BPBD Sulbar dan DPRD Polman Perkuat Sinergi Hadapi Potensi Bencana

“Meskipun tidak terdapat peningkatan kejadian karhutla pada sore ini, kewaspadaan harus tetap dipertahankan. Pemenuhan air bersih di Mamuju Tengah dan pemantauan kualitas udara terus kami lakukan. Kami imbau warga memakai masker dan segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan,” tegas Yasir Fattah.

Secara akumulatif sepanjang periode 1 Januari hingga 23 Oktober 2026, BPBD Sulbar mencatat sebanyak 540 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 927,22 hektare (termasuk 441,12 hektare kawasan hutan), serta 89 kejadian kebakaran permukiman yang berdampak pada 166 unit rumah. Data ini dijadikan pijakan evaluasi bagi penguatan mitigasi dan penyiapan sistem tanggap darurat di wilayah rawan bencana.

BACA JUGA:  BPBD Sulbar Dorong Budaya Sadar Bencana di Tengah Perubahan Cuaca

(*/w)