Junda menekankan bahwa penanganan bencana membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. Karena itu, Pusdalops diharapkan mampu menjadi pusat informasi yang mendukung pengambilan keputusan pemerintah, sekaligus memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten, TNI-Polri, Basarnas, pemadam kebakaran dan instansi terkait lainnya.
Penguatan Pusdalops tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar seluruh perangkat daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak menunggu bencana membesar sebelum mengambil tindakan.
Kesiapsiagaan juga menjadi semakin penting mengingat ancaman bencana di Sulawesi Barat tidak hanya berupa kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga kekeringan yang dapat berdampak terhadap kebutuhan air bersih dan sektor pertanian masyarakat.
Melalui Command Center Pusdalops, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih cepat sehingga pengerahan sumber daya dan bantuan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan tingkat kedaruratan.
BPBD Sulbar selanjutnya terus memperkuat koordinasi dan kesiapan personel serta sarana pendukung agar sistem penanggulangan bencana dapat berjalan efektif dari tingkat provinsi hingga kabupaten.
Dengan penguatan sistem informasi, kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas sektor, Pemprov Sulbar berkomitmen memastikan setiap potensi bencana dapat direspons secara cepat, terukur dan terpadu demi melindungi masyarakat. (*w)











