Data terkait keamanan pangan segar dan pangan olahan juga menjadi bagian dari proses pengolahan. Seluruh indikator tersebut diselaraskan untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi ketahanan dan kerawanan pangan di Sulawesi Barat.
Penguatan data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi wilayah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, baik dari sisi ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, maupun pemanfaatan pangan.
Kegiatan ini sejalan dengan arah Pancadaya pembangunan Sulawesi Barat yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, serta peningkatan kualitas pelayanan dasar.
Dengan tersedianya data FSVA yang semakin akurat dan berkualitas, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun kebijakan dan program ketahanan pangan secara lebih terarah dan tepat sasaran.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan pangan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
(*/w)












