SULAWESI BARAT

Buka Pelatihan SDMP, Sekda Junda: Ilmu Harus Dipraktikkan, Bukan Sekadar Seremonial

×

Buka Pelatihan SDMP, Sekda Junda: Ilmu Harus Dipraktikkan, Bukan Sekadar Seremonial

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Tahun 2026 di Grand Maleo Hotel & Convention Mamuju, Rabu, 9/9/2026.

MAMUJU, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi perkebunan kelapa sawit sekaligus meningkatkan daya saing komoditas Sulbar di pasar global.

Hal itu disampaikan Junda saat membuka Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Tahun 2026 di Grand Maleo Hotel & Convention Mamuju, Rabu, 9/9/2026. Kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Junda Maulana.

BACA JUGA:  Sekda Junda Ingatkan ASN: Kita Digaji Negara, Target Pembangunan Bukan Hanya Tanggung Jawab Gubernur

Junda mengatakan sektor pertanian memiliki peran strategis terhadap perekonomian Sulawesi Barat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Sulbar tercatat 5,36 persen, sementara sektor pertanian memberikan kontribusi lebih dari 47 persen. Dari sektor tersebut, subsektor perkebunan berkontribusi sekitar 30 persen.

“Ini menindakan bahwa sektor sawit ini memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat,” ujar Junda.

Menurutnya, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan terbesar di Sulawesi Barat. Luas perkebunan kelapa sawit di Sulbar diperkirakan mencapai 146 ribu hektare, dengan produksi sekitar 241 ribu ton per tahun.

BACA JUGA:  Junda Maulana Tekankan Guru Sekolah Rakyat Tak Hanya Mengajar, Tapi Mendidik

Besarnya potensi tersebut, kata Junda, harus diikuti dengan peningkatan kapasitas petani. Sebab, kualitas SDM akan berpengaruh terhadap kemampuan petani meningkatkan produktivitas sekaligus menghasilkan produk yang memiliki daya saing lebih tinggi.

“Sehingga ada hubungan antara peningkatan produksi dan kualitas produksi terhadap nilai pasar di pasar global,” katanya.

Karena itu, Junda meminta para peserta memanfaatkan pelatihan tersebut secara serius. Menurutnya, pelatihan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan perubahan dalam praktik budidaya dan pengelolaan perkebunan.

BACA JUGA:  Kemarau Panjang, 3.042 Hotspot Terdeteksi di Sulbar, 3.141 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

“Saya harap jangan disiasiakan. Kapasitas saudara, kemampuan saudara, jika memiliki keterampilan yang baik, maka akan meningkatkan produksi kita,” tegasnya.

Junda menekankan bahwa peningkatan produksi tidak semata-mata diukur dari jumlah hasil perkebunan. Kualitas produk juga harus menjadi perhatian agar komoditas yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.