MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) meluncurkan program Scam Ready ASEAN sekaligus menyerahkan beasiswa bagi Anak Tidak Sekolah (ATS). Langkah strategis yang selaras dengan misi Pancadaya Gubernur Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia unggul ini diluncurkan secara daring pada Selasa (20/10/2026).
Program Scam Ready ASEAN merupakan inisiatif regional yang didukung oleh ASEAN Foundation dan Google.org, dengan mitra pelaksana Kaizen Collaborative Impact (Yayasan Cipta Manusia Indonesia), sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani sejak Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026.
Dalam agenda tersebut, Gubernur Sulbar Suhardi Duka didampingi Kepala Disdikbud Sulbar Muhammad Nehru Sagena turut menerima piagam penghargaan atas keberhasilan pelaksanaan program AI Ready ASEAN. Program kecerdasan buatan tersebut tercatat telah menjangkau 70 SMA/SMK se-Sulbar dengan total 26.134 penerima manfaat (2.839 guru dan 23.295 siswa).
Kepala Disdikbud Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, menjelaskan bahwa program AI Ready ASEAN dan Scam Ready ASEAN dirancang saling melengkapi untuk membangun kecakapan sekaligus keamanan digital pelajar di Sulawesi Barat.
“Jika AI Ready ASEAN memperkuat pemahaman mengenai kecerdasan buatan, maka Scam Ready ASEAN bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan pelajar, guru, serta masyarakat dalam menghadapi penipuan digital dan berbagai ancaman keamanan di ruang daring,” terang Nehru, Kamis (22/10/2026).
Nehru menambahkan, pelatihan serta rangkaian kelas Scam Ready ASEAN di Sulawesi Barat dijadwalkan mulai berjalan efektif pada November 2026 mendatang.
Selain pemantapan literasi digital, Pemprov Sulbar juga menyerahkan bantuan beasiswa secara simbolis kepada perwakilan anak tidak sekolah binaan pemerintah daerah sebagai komitmen konkret memperluas jangkauan akses pendidikan dasar hingga menengah di Sulawesi Barat.
(*/w)












