Selain sarana belajar dan asrama, sejumlah fasilitas pendukung juga telah disiapkan. Di antaranya tenaga guru, wali sekolah, wali asrama, layanan katering, keamanan, dan kebersihan.
“Secara keseluruhan sudah siap digunakan. Kita melakukan MPLS dan proses belajar mengajar di tahap pertama ini,” katanya.
Meski demikian, Junda menegaskan aspek keamanan harus menjadi perhatian utama karena masih terdapat aktivitas pembangunan di kawasan sekolah. Pemerintah meminta seluruh pihak memastikan fasilitas yang akan digunakan siswa benar-benar aman dan layak.
Pekerjaan pembangunan juga diminta tetap berjalan sesuai jadwal tanpa mengganggu kegiatan pendidikan. Jalur aktivitas pekerja harus dipisahkan dari jalur siswa, sementara pengamanan di sekitar sekolah dan asrama perlu diperkuat.
“Jangan bergabung antara pekerja dengan siswa, jalannya dipisah. Kemudian pengamanan supaya anak-anak kita tidak terdampak dari proses pembangunan yang sementara berjalan,” tegasnya.
Terkait jadwal MPLS, pemerintah masih melakukan penyesuaian dengan kesiapan seluruh pihak. Pelaksanaannya dipertimbangkan dapat dimulai dalam waktu dekat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Kementerian Sosial berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi Simboro dapat segera menjalankan kegiatan pendidikan tahap awal dengan tetap mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan bagi siswa.
Dengan kesiapan fasilitas yang tersedia serta dukungan tenaga pendidik dan layanan pendukung, Sekolah Rakyat Simboro diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan memberikan layanan pendidikan yang terintegrasi bagi masyarakat Sulawesi Barat. (*/w)











