MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Sulbar ikut membantu pendataan masyarakat dalam program Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Ajakan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi pematangan pelaksanaan program Perlinsos yang digelar Pemerintah Provinsi Sulbar, Jumat (25/9/2026).
Rapat dipimpin Suhardi Duka dan diikuti sejumlah unsur terkait, di antaranya Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, Kapolda Sulbar, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KominfoSS), Dinas Dukcapil serta jajaran TNI kewilayahan.
Suhardi Duka mengatakan keterlibatan ASN diperlukan untuk mempercepat pendataan masyarakat yang menjadi sasaran program perlindungan sosial.
“Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam program digitalisasi Perlindungan Sosial untuk memastikan data masyarakat yang berhak menerima manfaat bantuan sosial dari pemerintah pusat dapat teridentifikasi dengan baik,” kata Suhardi Duka.
Menurutnya, pendataan perlu dipercepat karena ditargetkan selesai hingga akhir 2026.
Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam pemanfaatan program bantuan sosial pemerintah pada tahun berikutnya.
Sementara itu, Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono menyatakan pihaknya siap mendukung proses pendataan masyarakat.
Ia mengatakan pendataan akan melibatkan berbagai unsur kewilayahan, termasuk para Dandim, Danramil dan Babinsa.
“Semua orang bisa menjadi agen untuk membantu mendata itu,” kata Hartono.
Hartono menjelaskan Dinas Sosial menjadi sektor utama dalam pelaksanaan program tersebut. Sementara Dinas KominfoSS memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman teknis terkait sistem digital yang digunakan.
Jajaran TNI kewilayahan, termasuk Babinsa, juga akan mendapat pembekalan teknis agar dapat membantu pendataan masyarakat di lapangan.
“Kita sifatnya nanti akan membantu. Yang mempunyai leading sector adalah Dinas Sosial. Kadis KominfoSS termasuk juga penting karena beliau yang akan memberikan teknik-teknik untuk mengaplikasikan digital tersebut,” ujarnya.
Setelah mendapatkan pembekalan, Babinsa diharapkan dapat membantu proses pendataan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Jadi Babinsa akan kita sampaikan teknisnya, nanti biar dia membantu di lapangan,” tutur Hartono.












