Menurutnya, ruang laut memiliki fungsi yang kompleks karena tidak hanya menjadi bagian dari kawasan pengembangan ekonomi dan investasi, tetapi juga menjadi ruang kehidupan masyarakat pesisir serta lokasi berbagai aktivitas perikanan.
Karena itu, setiap rencana pemanfaatan ruang laut perlu mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak dan menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan.
“Yang paling penting adalah memastikan setiap pemanfaatan ruang laut berjalan sesuai aturan, memiliki dasar dokumen yang jelas, dan tetap memperhatikan kepentingan nelayan serta keberlanjutan sumber daya kelautan,” tegasnya.
Safaruddin menambahkan, dokumen izin lokasi menjadi salah satu bahan penting yang perlu diperiksa sebelum kegiatan pertambangan dilanjutkan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan kepastian hukum sekaligus mencegah potensi tumpang tindih pemanfaatan ruang.
Dari pembahasan tersebut, diketahui bahwa izin lokasi yang diajukan pihak perusahaan perlu ditelaah kembali, terutama terkait keterkaitannya dengan perubahan regulasi yang berlaku. Untuk itu, koordinasi dan validasi data antarlembaga masih diperlukan sebelum proses lebih lanjut dilakukan.
Koordinasi lintas sektor antara DKP, ESDM, Biro Hukum, unsur pengawasan, dan pihak perusahaan diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang memiliki landasan teknis dan hukum yang kuat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka bersama Sekprov Sulbar Junda Maulana terus mendorong pengelolaan sumber daya kelautan yang terarah, tertib, dan berkelanjutan.
Melalui koordinasi tersebut, DKP Sulbar memperkuat perannya dalam memastikan pemanfaatan ruang laut dapat berjalan secara bertanggung jawab dengan menyeimbangkan kepentingan pembangunan ekonomi, investasi, perlindungan ekosistem, serta keberlangsungan aktivitas nelayan.
Dengan tata kelola berbasis data, kepastian hukum, dan koordinasi lintas sektor, pemanfaatan ruang laut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah tanpa mengabaikan hak masyarakat pesisir dan kepentingan generasi mendatang. (*/wu)











