Ia berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik.
“Kita butuhkan anak-anak generasi emas yang intelektualnya bagus, akhlaknya mulia. Guru jangan hanya hebat mengajar, tapi mendidik, menyayangi anak-anak semuanya seperti anak-anaknya sendiri, karena itu adalah generasi kita ke depan,” pungkasnya.
Kepada para siswa, Junda juga meminta agar mereka berani menunjukkan kemampuan dan bakat masing-masing. Potensi tersebut diharapkan dapat dikenali dan dikembangkan selama menjalani pendidikan.
“Saya juga berpesan kepada anak-anak sekalian, keluarkan semua kemampuan, bakat yang saudara-saudara miliki agar bisa dikembangkan di sini,” katanya.
Dari sisi kurikulum, Junda menjelaskan pembelajaran di Sekolah Rakyat tetap mengacu pada kurikulum pendidikan yang berlaku. Namun, karena menerapkan sistem boarding school, terdapat penguatan pada aspek kedisiplinan, ibadah, akhlak dan budi pekerti.
“Kurikulum sama, tapi di sini karena boarding school, maka ada tambahan-tambahan nuansa lain, yaitu pendidikan kedisiplinannya, pendidikan untuk ibadah, akhlak, budi pekerti,” jelasnya.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi siswa saat ini masih disiapkan melalui layanan katering karena dapur sekolah masih dalam proses pengerjaan. Para siswa tetap mendapatkan makan tiga kali sehari, yakni pagi, siang dan malam.
“Dapur sementara berproses. Sementara ini pakai katering karena pemasaknya belum ada. Jadi masih pakai katering, masih tetap tiga kali makan, pagi, siang, dan malam,” ungkap Junda.
Ke depan, kapasitas Sekolah Rakyat tersebut masih memungkinkan untuk ditingkatkan. Setelah seluruh pembangunan fasilitas rampung, sekolah diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa untuk tiga angkatan pada jenjang pendidikan yang tersedia.
“Kalau sudah jadi ini, maka tiga angkatan, kelas 1, 2, 3 di level pendidikan sudah bisa kita tampung sebanyak seribu lebih,” katanya.
Junda optimistis keberadaan Sekolah Rakyat yang dikelola secara konsisten, dengan keseimbangan antara pendidikan akademik, karakter dan kemandirian, dapat menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan generasi emas Sulawesi Barat. (*/w)












