Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.
Untuk memperkuat penanganan, Pemprov Sulbar bersama enam pemerintah kabupaten telah mendirikan posko siaga di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kekeringan dan Karhutla.
Sejumlah sarana pendukung juga disiapkan, mulai dari armada pemadam kebakaran hingga kendaraan water cannon milik kepolisian. Penguatan posko dan kesiapan peralatan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.
Gubernur berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan masing-masing dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Semoga ini menjadi perhatian kita dan kita doakan semoga hujan segera turun, kemarau berkepanjangan ini bisa berhenti, dan kita Sulawesi Barat selamat dari karhutla dan kebakaran pemukiman,” pungkasnya.
Dengan puncak musim kemarau yang masih berlangsung, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sekaligus menghemat penggunaan air, khususnya di wilayah yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air bersih. (*/wu)











