RAGAMSULAWESI BARAT

Kemarau Panjang, 3.042 Hotspot Terdeteksi di Sulbar, 3.141 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

×

Kemarau Panjang, 3.042 Hotspot Terdeteksi di Sulbar, 3.141 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, memberikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak memperburuk keadaan dengan aktivitas yang memicu timbulnya api.

Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.

Untuk memperkuat penanganan, Pemprov Sulbar bersama enam pemerintah kabupaten telah mendirikan posko siaga di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kekeringan dan Karhutla.

BACA JUGA:  DKP Sulbar dan Elnusa Perkuat Sinergi dalam Pelaksanaan Survey Seismik 3D Kandawulo

Sejumlah sarana pendukung juga disiapkan, mulai dari armada pemadam kebakaran hingga kendaraan water cannon milik kepolisian. Penguatan posko dan kesiapan peralatan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Gubernur berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan masing-masing dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Semoga ini menjadi perhatian kita dan kita doakan semoga hujan segera turun, kemarau berkepanjangan ini bisa berhenti, dan kita Sulawesi Barat selamat dari karhutla dan kebakaran pemukiman,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Senter KIM Menyasar Pasangkayu, Dorong Masyarakat Akar Rumput Melek Digital

Dengan puncak musim kemarau yang masih berlangsung, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sekaligus menghemat penggunaan air, khususnya di wilayah yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air bersih. (*/wu)