PASANGKAYU, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperluas literasi digital hingga ke tingkat masyarakat akar rumput melalui program Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Senter KIM).
Program edukasi digital tersebut menyasar Kabupaten Pasangkayu, Jumat, 21 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya membekali masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkan ruang digital secara produktif.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik (Kominfopers) Kabupaten Pasangkayu, Zulfikar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Senter KIM di wilayahnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan menggunakan teknologi secara bijak.
“Lewat program ini, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) diharapkan mampu mengambil peran penting sebagai motor penggerak literasi digital di tengah warga,” ujar Zulfikar.
Ia menilai KIM memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan berbagai informasi pembangunan.
“KIM sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Pendekatan yang menyatu serta penggunaan bahasa yang sederhana membuat pesan-pesan pembangunan lebih mudah dipahami oleh warga luas,” tambahnya.
Zulfikar mengatakan, keberadaan KIM tidak cukup hanya diarahkan sebagai penyampai informasi. Komunitas juga perlu memiliki kemampuan teknis untuk mengolah dan menyajikan informasi dalam bentuk konten yang menarik.
Karena itu, ia mendorong agar program Senter KIM tidak hanya memberikan pemahaman mengenai penggunaan internet, tetapi juga membekali anggota komunitas dengan keterampilan produksi konten kreatif.
“Kami berharap anggota KIM mendapatkan pembekalan teknis yang memadai, terutama dalam membuat konten kreatif sehingga informasi mengenai program pemerintah dapat disampaikan dengan lebih menarik, mudah dipahami dan tepat sasaran,” jelasnya.
Program Senter KIM menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi transformasi digital.
Literasi digital di tingkat akar rumput dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital untuk memperoleh informasi, mengembangkan potensi ekonomi, mempromosikan produk lokal, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Melalui penguatan kapasitas KIM, pemerintah berharap terbentuk komunitas masyarakat yang semakin aktif, kreatif, dan mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintahan, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan komunitas. (*/wu)











