Pada pelaksanaan upacara Hari Jadi Sulbar, Pemprov juga akan mengundang instansi vertikal dan berbagai kelompok masyarakat. Peserta nantinya akan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.
Menurut Junda, keberagaman pakaian adat tersebut sekaligus menggambarkan Sulawesi Barat sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat.
“Pakaian adat dari Kalumpang, dari Mamasa atau juga pakaian-pakaian adat dari daerah-daerah lain di Nusantara, karena Sulawesi Barat ini kan Indonesia mini,” katanya.
Rangkaian kegiatan Hari Jadi Sulbar ke-22 dijadwalkan dimulai pada pekan kedua September 2026 dan berlangsung hingga puncak peringatan pada 22/9/2026.
Junda menegaskan, salah satu karakter utama peringatan tahun ini adalah semakin kuatnya pelibatan pihak di luar pemerintah, khususnya dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Tahun ini kita lebih banyak melibatkan dari unsur-unsur stakeholder lainnya dalam kegiatan ini, utamanya dalam kegiatan-kegiatan bakti sosial itu,” pungkasnya. (*/w)











