MAMUJU, Memasuki usia ke-22 tahun, Provinsi Sulawesi Barat masih menghadapi tantangan pemerataan akses komunikasi dan internet. Sekitar 12 persen wilayah Sulbar disebut masih berada dalam kondisi blank spot.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Sulbar, yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital, terutama di wilayah pedalaman.
Kepala Dinas KominfoSS Sulbar Muhammad Ridwan Djafar mengatakan, pemerintah daerah terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong penyelesaian wilayah yang belum terjangkau jaringan.
Hal itu disampaikan dalam tindak lanjut Forum Sosialisasi Layanan BLU BAKTI yang digelar di Ruang Rapat BBLSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Makassar.
Menurut Ridwan, forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan Sulbar terkait pemerataan akses komunikasi.
Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi ketimpangan akses komunikasi.
Bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-22 Sulbar, Ridwan kembali berharap pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan.












