Mamuju, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, memimpin Rapat Kerja Pimpinan (Rapim) Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 30/4/2026. Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulbar, Kepala Perwakilan BPKP Sulbar, para bupati, serta kepala OPD di lingkup Pemprov Sulbar.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan bahwa meskipun triwulan pertama tahun 2026 telah dilewati, serapan anggaran pada periode tersebut masih relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh proses persiapan dokumen yang masih berlangsung, seperti dokumen perencanaan dan administrasi lainnya. Gubernur mengingatkan agar serapan anggaran dapat lebih maksimal pada triwulan kedua untuk menghindari dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Triwulan pertama sudah kita lewati dengan baik. Di triwulan kedua, kita dorong yang masih kurang. Jangan sampai anggaran dari pusat terlalu lama diserap, karena itu bisa ditarik kembali,” ujar Suhardi Duka.
Gubernur juga menyoroti efisiensi dan pemotongan anggaran yang dirasakan oleh seluruh daerah, termasuk Pemprov Sulbar. Ia menekankan perlunya penyesuaian target pendapatan dan belanja daerah, serta pentingnya mitigasi risiko dalam pelaksanaan APBD 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan enam arahan penting kepada seluruh pejabat terkait:
Mitigasi Risiko APBD: Gubernur meminta evaluasi segera jika ada potensi risiko dalam pelaksanaan anggaran.
Sinkronisasi Jadwal Pelaksanaan Program: Agar pelaksanaan program dapat sesuai dengan indikator kinerja makro yang telah ditetapkan.












