MAMUJU – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat terus memperkuat dukungan terhadap Program Pastipadu Tahun Anggaran 2026 melalui penguatan komunikasi publik serta integrasi data lintas sektor dalam upaya percepatan penanganan stunting di Sulawesi Barat.
Memasuki pertengahan tahun 2026, KominfoSS Sulbar menyiapkan langkah strategis berupa penyatuan berbagai basis data terkait stunting untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat dan menjadi dasar penyusunan intervensi berbasis kebutuhan masyarakat.
Integrasi data tersebut akan menghubungkan sejumlah sumber informasi penting, di antaranya Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA), data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) milik Kementerian Kesehatan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah untuk menekan angka stunting melalui pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data.
Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyampaikan bahwa integrasi data menjadi bagian penting dalam memastikan program penanganan stunting berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.












