“Ketersediaan pangan yang cukup saja belum tentu menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi keluarga. Banyak keluarga yang memiliki akses terhadap bahan pangan, tetapi belum mampu memilih, mengolah, dan menyajikan makanan yang bergizi, seimbang, aman, serta sesuai kebutuhan anggota keluarganya,” jelasnya.
Kegiatan juga diisi dengan simulasi dan praktik memasak. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pemilihan bahan pangan lokal, penyusunan menu bergizi seimbang, pengolahan pangan yang tepat, serta penyajian makanan sesuai kebutuhan keluarga.
TP-PKK juga mendorong kader di tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan untuk aktif mendampingi keluarga yang berisiko mengalami kekurangan gizi.
Pendampingan dilakukan melalui edukasi gizi, pemanfaatan pangan lokal dan pekarangan, serta penguatan pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pangan dan TP-PKK berharap sinergi bersama pemerintah kabupaten, kecamatan, kelurahan dan masyarakat semakin kuat dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan kualitas gizi masyarakat.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia Sulawesi Barat yang sehat, cerdas dan berkualitas, sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulbar Suhardi Duka melalui Panca Daya.
(*/w)












