“Dari capaian presentasi tadi, secara indeksnya hampir semua naik, rata-rata naik. Tetapi tentu saja tidak bisa frontal kenaikan karena kita sadar benar APBD kita hanya Rp1,8-Rp1,9 triliun. Tentu ini tidak bisa lari kencang,” jelasnya.
Karena itu, Ajbar mengatakan akan terus mendorong peningkatan transfer ke daerah serta memperkuat dukungan program kementerian untuk pembangunan di Sulawesi Barat.
“Sebagai anggota DPR RI, saya akan terus berjuang bagaimana transfer daerah bisa meningkat, bagaimana program-program vertikal langsung dari kementerian-kementerian, terutama di komisi kami, itu bisa kita pacu,” tuturnya.
Khusus sektor pertanian dan perikanan, Ajbar mendorong peningkatan ketersediaan alat, sarana, dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan untuk memperkuat produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang disorot adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Ajbar mengatakan program tersebut diharapkan tidak hanya membangun permukiman, tetapi juga menjadi kawasan terpadu yang mendukung aktivitas ekonomi nelayan.
“Bagaimana menciptakan kesejahteraan bagi nelayan kita, menciptakan kemandirian, sehingga kampung nelayan itu adalah kampung di mana secara holistik, secara terpadu, itu bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan kita dengan pendekatan ekosistem nelayan,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep tersebut dapat mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, seperti pelabuhan kecil, tempat penyimpanan hasil tangkapan, fasilitas pengolahan, pabrik es, hingga galangan kapal.
“Pelabuhan-pelabuhan kecil dibangun, cold storage-nya dibangun, pabrik es-nya dibangun, dan tentu saja galangan-galangan kapalnya dan pelabuhannya akan dibangun,” ungkap Ajbar.
(*/w)












