MAJENE

Sekda Sulbar Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi Menjawab Tantangan Kompleks Daerah

×

Sekda Sulbar Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi Menjawab Tantangan Kompleks Daerah

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menghadiri Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka pengukuhan Guru Besar Tetap di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Rabu (29/4/2026).

Majene, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menghadiri Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka pengukuhan Guru Besar Tetap di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan ini, Junda menyampaikan pentingnya peran perguruan tinggi, khususnya para akademisi, dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Sulawesi Barat.

Junda menyampaikan harapannya agar Sulbar dapat terus berkembang dan menjadi daerah yang maju serta sejahtera, terutama menjelang usia ke-22 tahun pada September mendatang. Namun, ia juga menekankan bahwa meskipun ada capaian yang positif, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

BACA JUGA:  Pemprov Sulbar dan KPK Sepakati Pengelolaan Pengaduan Terintegrasi Lewat PKS

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Sulbar adalah kondisi geografis dan infrastruktur yang masih kurang memadai. Junda mencatat bahwa jalan provinsi yang tergolong layak baru mencapai 49 persen. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil. “Masih ada kejadian ibu melahirkan di jalan karena akses yang sulit. Ini menyangkut hak dasar masyarakat yang harus kita jawab bersama,” ungkap Junda.

BACA JUGA:  Junda Maulana Buka Pemilihan Pengurus Forum Anak Sulbar, Soroti Pentingnya Pendidikan dan Keterampilan

Di bidang ekonomi, meskipun pertumbuhan ekonomi Sulbar mencapai 5,35 persen, angka kemiskinan yang masih berada di kisaran 10,1 persen menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Angka ini masih lebih tinggi dari rata-rata nasional. Namun, Junda menyoroti adanya perbaikan signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelum Sulbar terbentuk, di mana angka kemiskinan saat itu mencapai 19 persen.

BACA JUGA:  Penipuan Jastip Online Terungkap, Kominfo Sulbar Ingatkan Warga Waspada

Selain itu, Junda juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang masih menunjukkan sejumlah masalah, termasuk tingginya angka kematian ibu dan bayi, kasus gizi buruk, dan prevalensi stunting yang mencapai 35 persen. “Artinya, dari 100 anak yang lahir, ada sekitar 35 yang berpotensi stunting. Ini tentu menjadi tantangan besar kita menuju Indonesia Emas,” jelasnya.