Untuk itu, Junda menekankan bahwa penyelesaian masalah-masalah tersebut tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan pendekatan yang komprehensif, berbasis data, dan didukung oleh kajian ilmiah yang mendalam. Junda berharap para akademisi dan perguruan tinggi bisa berperan aktif dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk memajukan daerah.
“Kami berharap para ilmuwan dan perguruan tinggi bisa aktif memberikan rekomendasi. Baik diminta maupun tidak, kontribusi keilmuan sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan daerah,” tambahnya.
Junda juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian sumber daya manusia Sulbar, yang saat ini tercatat memiliki sekitar 82 profesor asal Sulbar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai ini sebagai potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan penelitian yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya, khususnya dalam penelitian untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*/wu)












