MAMUJU

Pertumbuhan Sulbar 5,27 Persen, Pemprov Bentuk 8 Pokja Kejar Target 8 Persen

×

Pertumbuhan Sulbar 5,27 Persen, Pemprov Bentuk 8 Pokja Kejar Target 8 Persen

Sebarkan artikel ini
Delapan Pokja tersebut diarahkan bekerja dengan tugas, target dan indikator yang jelas. Fokusnya mencakup investasi, infrastruktur, APBD, harga bahan pokok, lapangan kerja, produktivitas sektor lokal hingga manufaktur.

MAMUJU, Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada semester I 2026 mencapai 5,27 persen. Angka tersebut masih terpaut 2,73 poin persentase dari target pertumbuhan 8 persen yang ingin dicapai Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Sulbar memperkuat koordinasi melalui delapan Kelompok Kerja (Pokja) Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED).

Delapan Pokja tersebut diarahkan bekerja dengan tugas, target dan indikator yang jelas. Fokusnya mencakup investasi, infrastruktur, APBD, harga bahan pokok, lapangan kerja, produktivitas sektor lokal hingga manufaktur.

BACA JUGA:  Perkuat Sinergi Legislasi, Setjen DPD RI Koordinasi dengan DPRD Sulbar

Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, mengatakan capaian pertumbuhan 5,27 persen menunjukkan masih diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Fasilitasi dan Sosialisasi TP2ED Provinsi Sulawesi Barat di Ruang Theater Kantor Gubernur Sulbar, Senin (5/10/2026).

“Kita berharap setiap tim memiliki peran dan tugas yang jelas, sehingga kita tahu siapa yang bertanggung jawab dan apa yang harus dikerjakan. Hasilnya juga harus dapat diukur dengan baik, termasuk capaian dan hambatan yang perlu kita selesaikan pada setiap tahapan kerja TP2ED,” ujar Amujib.

BACA JUGA:  Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sulbar Hadiri HUT ke-81 TNI

Delapan Pokja yang dikonsolidasikan Bapperida meliputi percepatan realisasi APBD, percepatan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, pencegahan ekspor dan impor ilegal, perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas lokal serta peningkatan output manufaktur.

Menurut Amujib, sejumlah persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah. Masalah perizinan, ketersediaan lahan, pasokan energi, jalan dan sistem logistik membutuhkan koordinasi lintas pemerintah dan instansi terkait.

“Persoalan seperti ini harus dipertemukan antara pihak-pihak yang berwenang agar program atau proyek atau investasi itu bisa berkesesuaian dengan tujuan kita pemerintah di Provinsi Sulawesi Barat,” katanya.

BACA JUGA:  Muhammad Sabir Bawa Nama Sulbar ke Asian Games 2026

Kerja delapan Pokja tersebut diharapkan tidak hanya mengejar peningkatan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong aktivitas usaha, membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas dan memperbesar pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulbar sepanjang 2026 berada pada kisaran 5,20 persen hingga 6,20 persen. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan kisaran pertumbuhan ekonomi nasional.