Perbedaan kondisi tersebut membuat langkah mitigasi perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat perlu memperhatikan kondisi drainase, lingkungan sekitar dan kesiapan menghadapi banjir. Sementara daerah yang masih mengalami kondisi kering perlu menjaga ketersediaan serta penggunaan sumber air.
BPBD Sulbar juga mendorong perlindungan terhadap fasilitas dan infrastruktur penting yang berpotensi terdampak perubahan kondisi cuaca.
Fasilitas pelayanan publik, sumber air, jaringan listrik, fasilitas kesehatan, sekolah dan infrastruktur vital lainnya perlu dipastikan tetap aman dan dapat berfungsi saat terjadi kondisi darurat.
“Jadi kita bicara mitigasi. Masyarakat harus siap dengan segala kemungkinan yang tidak diinginkan,” ujar Yasir.
BPBD Sulbar mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu bencana terjadi untuk melakukan persiapan. Mitigasi sejak dini diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak apabila hujan lebat, banjir atau gangguan akibat cuaca ekstrem terjadi.
(*/w)












