SULAWESI BARAT

Layanan Kesehatan di Sulbar Didorong Lebih Humanis dan Tanpa Diskriminasi

×

Layanan Kesehatan di Sulbar Didorong Lebih Humanis dan Tanpa Diskriminasi

Sebarkan artikel ini
Forum penguatan kapasitas ASN sektor kesehatan yang digelar di Aula Pengayoman Kanwil Kemenham Sulbar, Kamis (24/9/2026).

MAMUJU, Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenham) Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar mendorong aparatur kesehatan menerapkan pelayanan yang berperspektif hak asasi manusia (HAM).

Dorongan tersebut disampaikan dalam forum penguatan kapasitas ASN sektor kesehatan yang digelar di Aula Pengayoman Kanwil Kemenham Sulbar, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan diikuti jajaran DKPPKB Sulbar dan perwakilan Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Barat. Forum diskusi dipandu Rendi Rivaldi.

Kepala Kanwil Kemenham Sulbar, I Gde Sandi Gunasta, mengatakan pelayanan kesehatan menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan peningkatan kapasitas aparatur.

BACA JUGA:  DPRD Sulbar Setujui APBD Perubahan 2026, Masa Sidang III Resmi Ditutup

Menurutnya, aparatur kesehatan perlu terus mengevaluasi kualitas pelayanan publik sekaligus membangun budaya kerja yang profesional.

Ia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai HAM dalam sistem pelayanan kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas DKPPKB Sulbar, Putri Anindy, mengatakan kesehatan merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus dipenuhi pemerintah secara adil dan tanpa diskriminasi.

BACA JUGA:  Biro Hukum Sulbar Ingatkan PT Kulaka Jaya Perkasa Penuhi Kewajiban Pemanfaatan Ruang Laut

Ia menjelaskan terdapat empat indikator utama dalam pelayanan kesehatan yang berperspektif HAM.

Keempat indikator tersebut meliputi ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan (availability), keterjangkauan akses (accessibility), penerimaan terhadap budaya dan privasi pasien, serta mutu pelayanan sesuai standar (quality).

Putri juga menekankan pentingnya perlindungan dan akomodasi bagi kelompok rentan. Kelompok tersebut antara lain lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, balita, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta masyarakat kurang mampu di wilayah terpencil.

BACA JUGA:  Sidak RSUD Sulbar, Junda Maulana Pastikan Fasilitas dan Pelayanan Terus Dibenahi

Selain itu, setiap indikator capaian kesehatan perlu dianalisis berdasarkan data yang terpilah. Langkah ini penting untuk melihat apakah masih terdapat kelompok masyarakat yang belum memperoleh layanan kesehatan dasar secara memadai.

Melalui forum tersebut, aparatur kesehatan di Sulawesi Barat diharapkan mampu meningkatkan pelayanan yang humanis, inklusif, dan akuntabel.

Upaya tersebut diharapkan mendukung terwujudnya masyarakat Sulawesi Barat yang sehat dan sejahtera, sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.