SULAWESI BARAT

KominfoSS Sulbar Tegaskan Pentingnya Sinkronisasi Data OPD dan BPS untuk Perencanaan Pembangunan

×

KominfoSS Sulbar Tegaskan Pentingnya Sinkronisasi Data OPD dan BPS untuk Perencanaan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) Sulawesi Barat terus memperkuat tata kelola data daerah sebagai bagian dari upaya mendukung visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.

Sementara itu, data yang dikelola OPD lebih bersifat statistik sektoral dan operasional, termasuk data berbasis nama dan alamat (by name by address) yang diperoleh dari pelayanan pemerintahan, seperti data penerima bantuan sosial.

“Data BPS memberikan gambaran makro mengenai kondisi daerah, sementara OPD memiliki data teknis operasional sesuai sektor masing-masing. Keduanya memiliki peran penting dan perlu diintegrasikan melalui proses harmonisasi serta validasi,” katanya.

BACA JUGA:  KominfoSS Sulbar Tampilkan Strategi Integrasi Layanan Publik di Ajang Best HC Awards 2026

Ia menegaskan, data sektoral yang dimiliki OPD tetap menjadi instrumen penting dalam mendukung pelayanan publik, pelaksanaan program, serta evaluasi kinerja sektor masing-masing. Namun, kualitas data tersebut perlu terus diperkuat agar dapat menjadi bagian dari sistem data pembangunan daerah yang terpadu.

“Saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong integrasi data antarsektor melalui penguatan statistik sektoral dan implementasi Satu Data Indonesia. Tujuannya agar seluruh data yang digunakan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan memiliki standar yang sama, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Ridwan.

BACA JUGA:  Apel Gabungan Pemprov Sulbar, ASN Diminta Fokus pada Tantangan Pembangunan dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Sebagai walidata daerah, DiskominfoSS Sulbar terus melakukan koordinasi bersama BPS, Bappeda, serta seluruh OPD untuk memperkuat tata kelola data. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan metadata, standarisasi indikator, peningkatan interoperabilitas sistem, serta sinkronisasi berbagai basis data yang dikelola oleh masing-masing instansi.

“Kami mengajak semua pihak untuk melihat perbedaan data secara proporsional. Yang terpenting adalah memastikan sumber data, metodologi, dan tujuan penggunaannya jelas. Pemprov Sulbar berkomitmen membangun ekosistem data yang semakin terintegrasi sehingga menghasilkan data sektoral yang berkualitas sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat bagi masyarakat,” tutupnya.

BACA JUGA:  SDK Kawal Harga Sawit Sulbar, Evaluasi 13 PKS dan Siapkan Laporan ke Pemerintah Pusat

(*/mi)