“Tadi Kepala Badan Ideologi Pancasila mengingatkan kita bahwa distruksi teknologi harus tetap dijaga. Semua faktor-faktor negatifnya bisa kita elakkan bila kita betul-betul bisa menjiwai dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam kebijakan publik,” jelasnya.
Suhardi Duka menambahkan bahwa pesan tersebut relevan dengan kondisi saat ini, sehingga menjadi tanggung jawab bersama seluruh penyelenggara negara untuk mengimplementasikannya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Sulbar diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, aparatur sipil negara, serta berbagai elemen masyarakat, sebagai bentuk penghormatan terhadap ideologi negara yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia. (*/wu)












