Sementara itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kejurnas Catur 2025.
Ia menilai ajang nasional ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi Sulbar di tingkat nasional, khususnya di bidang pariwisata dan kuliner.
“Pemerintah akan mendukung penuh agar para atlet dan tamu yang datang mendapat pelayanan terbaik. Ini juga kesempatan besar untuk memajukan dan memperkenalkan Sulbar,” tegas SDK.
Dalam kesempatan tersebut, SDK juga menyoroti rencana penggunaan burung endemik Maleo sebagai maskot Kejurnas Catur 2025.
Menurutnya, burung Maleo merupakan simbol kearifan lokal dan kekayaan hayati yang patut dijadikan kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat.
“Saya berharap Burung Maleo dijadikan simbol kebanggaan dan kekayaan nusantara. Dulu burung ini sering diburu, tapi sekarang harus kita jaga agar tetap berkembang biak,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi dan semangat kolaborasi seluruh pihak, Kejurnas Catur 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga dan promosi daerah Sulawesi Barat di tingkat nasional. (*/wu)












