“Pertemuan seperti ini penting untuk terus menjaga hubungan antara masyarakat Sulawesi Barat yang ada di perantauan dengan daerah asalnya,” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan keagamaan dan kebudayaan, Gubernur SDK turut menyinggung perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan organisasi masyarakat Sulawesi Barat di perantauan.
Ia menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat terkait rencana dukungan pemerintah daerah melalui dana hibah pada Tahun Anggaran 2027.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi kemasyarakatan sebagai wadah persatuan masyarakat Sulawesi Barat, sekaligus membantu menjaga silaturahmi, kekompakan dan pelestarian budaya serta kearifan lokal Mandar.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut pun menjadi momentum bagi diaspora Sulawesi Barat di Jabodetabek-Banten untuk kembali mempererat ikatan persaudaraan.
Bagi masyarakat Sulbar di perantauan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang untuk merawat hubungan emosional dengan tanah kelahiran, sejarah, tradisi dan identitas budaya Sulawesi Barat. (*/w)











