“Kita perlu terus memperkuat kesiapan sektor perkebunan dalam menghadapi tuntutan pasar global. Penguatan hilirisasi, ketertelusuran, keberlanjutan, serta peningkatan kualitas dan daya saing komoditas menjadi bagian penting agar produk perkebunan Sulawesi Barat mampu memenuhi persyaratan pasar internasional,” ujar Faizal.
Selain peningkatan produksi, pengembangan sektor perkebunan juga diarahkan pada peningkatan nilai tambah dan kualitas produk. Hal ini dilakukan agar komoditas daerah memiliki daya saing dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dinas Perkebunan Sulbar juga mendorong koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha dan pihak terkait untuk meningkatkan pemahaman mengenai tuntutan perdagangan global.
Kesiapan tersebut mencakup penguatan sistem ketertelusuran, penerapan prinsip keberlanjutan serta peningkatan kualitas komoditas dari tingkat produksi hingga pemasaran.
Melalui FGD tersebut, Dinas Perkebunan Sulbar berharap pelaku usaha perkebunan semakin siap menghadapi perubahan regulasi pasar internasional.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan hilirisasi dan peningkatan daya saing kakao, kopi dan kelapa sawit Sulawesi Barat di pasar nasional maupun internasional.
(*/w)












