“Integrasi data dari SIGA, BKKBN, hingga Kemenkes ini sangat krusial. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dengan data masing-masing. Melalui satu data yang terintegrasi, kita bisa melihat peta stunting secara riil di lapangan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ridwan.
Selain penguatan sistem informasi, KominfoSS Sulbar juga menjalankan strategi komunikasi publik melalui optimalisasi berbagai kanal media. Dalam lima bulan terakhir, berbagai konten edukasi telah diproduksi dalam bentuk infografis, informasi digital, serta materi publikasi yang mudah dipahami masyarakat.
Upaya tersebut diperkuat melalui jejaring kemitraan dengan sekitar 120 media online yang mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan stunting secara bersama-sama.
Melalui sinergi antara penguatan data, teknologi informasi, dan komunikasi publik, KominfoSS Sulbar menargetkan tersedianya ekosistem informasi yang mampu mendukung percepatan penurunan stunting di enam kabupaten se-Sulawesi Barat.
(*/mi)












