MAMUJU, BPBD Provinsi Sulawesi Barat memperkuat koordinasi dengan BPBD Kabupaten Mamasa dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam kunjungan Kalaksa BPBD Kabupaten Mamasa, Alfredi, bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mamasa, Sri Rahayu, kepada Kalaksa BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kalaksa BPBD Sulbar. Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut membahas langkah pencegahan, kesiapsiagaan, pemantauan, serta penanganan karhutla di wilayah Sulawesi Barat.
Muhammad Yasir Fattah mengatakan, koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi potensi bencana karhutla.
“Koordinasi antara BPBD provinsi dan kabupaten harus terus diperkuat. Informasi terkait kejadian karhutla perlu disampaikan secara cepat agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terkoordinasi,” ujar Yasir Fattah.
Menurutnya, pertukaran informasi secara cepat menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan bencana. Dengan koordinasi yang baik, langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
Yasir juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka agar pemerintah daerah terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Mamasa Alfredi bersama Sri Rahayu menyampaikan kondisi dan kebutuhan koordinasi di wilayah Mamasa.
Pembahasan tersebut mencakup upaya pencegahan dan penanganan karhutla serta kebutuhan komunikasi antarlembaga ketika terjadi bencana.
BPBD Sulbar dan BPBD Mamasa diharapkan terus membangun komunikasi dan sinergi dalam menghadapi potensi karhutla maupun bencana lainnya.
(*/w)












