MAMUJU

Ekonomi Sulbar Tetap Tumbuh, BI Bidik Penguatan UMKM dan Stabilitas Harga

×

Ekonomi Sulbar Tetap Tumbuh, BI Bidik Penguatan UMKM dan Stabilitas Harga

Sebarkan artikel ini
kegiatan Sipakada Media, Sinergi dan Kolaborasi dengan Media dalam Diseminasi Perekonomian Terkini Triwulan III 2026 di Atrium Maleo Town Square (Matos) Mamuju, Kamis, 24/9/2026.

MAMUJU, Simboro.id – Pertumbuhan Perekonomian Sulawesi Barat 5,20 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada Triwulan II 2026.

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen. Pertumbuhan ekonomi Sulbar juga melambat dibandingkan Triwulan I 2026 yang berada pada angka 5,35 persen.

Hal tersebut disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Barat dalam kegiatan Sipakada Media, Sinergi dan Kolaborasi dengan Media dalam Diseminasi Perekonomian Terkini Triwulan III 2026 di Atrium Maleo Town Square (Matos) Mamuju, Kamis, 24/9/2026.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Sulbar antara lain ditopang sektor konstruksi yang tumbuh 12,90 persen. Sektor administrasi pemerintahan juga tumbuh 10,34 persen.

BACA JUGA:  Ponpes Al-Ikhlas Mamuju Disiapkan Berstandar ISO, Menag Tekankan Pendidikan Islam yang Inklusif

Sementara itu, sektor pertanian tumbuh 3,62 persen. Namun, pertumbuhan sektor ini mengalami perlambatan karena penurunan produksi perkebunan, terutama kelapa sawit.

Produksi perikanan dan tanaman pangan, khususnya padi, juga mengalami kontraksi. Kondisi tersebut sebagian tertahan oleh peningkatan produksi hortikultura dan peternakan.

Sektor industri pengolahan tumbuh 5,05 persen, sedangkan sektor perdagangan tumbuh 5,02 persen.

Dari sisi pengeluaran, ekspor Sulbar tumbuh 11,51 persen. Investasi yang tercermin melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 9,11 persen.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,41 persen dan konsumsi pemerintah tumbuh 9,76 persen. Namun, kedua komponen tersebut mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya.

BACA JUGA:  Donor Darah HUT Sulbar ke-22, ASN Inspektorat Tunjukkan Kepedulian Sosial

Selain pertumbuhan ekonomi, BI mencatat stabilitas harga di Sulawesi Barat tetap terjaga.

Pada Agustus 2026, inflasi Sulbar secara tahunan tercatat 2,29 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,19 persen.

Secara bulanan, Sulbar mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Sementara inflasi tahun berjalan tercatat 2,28 persen.

Berdasarkan wilayah, inflasi tahunan Mamuju mencapai 3,90 persen. Sementara Majene tercatat 1,27 persen.

Tekanan inflasi antara lain berasal dari kenaikan harga ikan cakalang dan ikan kembung. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat cuaca dan gelombang laut yang masih tinggi.

BACA JUGA:  Dinas ESDM Sulbar Dampingi Tim Kementerian ESDM Susun WPR di Kalumpang

Kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit, pisang dan telur ayam ras.

Sebaliknya, harga tomat, bawang merah, cabai merah, bawang putih dan beras mengalami deflasi seiring meningkatnya pasokan.

Untuk menjaga stabilitas harga, BI Sulbar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjalankan strategi 4K. Strategi tersebut meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

Upaya tersebut dilakukan melalui pasar murah, fasilitasi distribusi pangan, penguatan sarana pertanian dan perikanan, pendampingan kelompok petani, kerja sama antardaerah serta penguatan Satgas Pangan.