Yasir menegaskan, verifikasi penting dilakukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar dan tidak menimbulkan spekulasi.
“Sebagai langkah awal, kami merekomendasikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan perangkat terkait untuk melakukan asesmen cepat di lapangan,” jelasnya.
“Saat ini asesmen diarahkan untuk memastikan sumber asap, mengidentifikasi kemungkinan adanya titik api, mengetahui arah dan sebaran asap, serta menilai potensi dampaknya terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat,” tambahnya.
BPBD Sulbar mengimbau masyarakat Pangale dan sekitarnya tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan.
Jika asap semakin pekat, warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api atau sumber asap yang mencurigakan kepada aparat maupun BPBD terdekat.
(*/w)












